HUKUM
Sidang penjualan lobster.(nti/pin)
28/6/2019 11:03:45
589

4 Terdakwa Kasus Perdagangan Lobster Tanpa Izin Hadir di Persidangan

Harianlampung.com - Empat terdakwa bernama Mustolip (54), Safe`i Khoirul Mursalin (22), Muhamad Khoiri (21) dan Septia Andi Saputra (21)warga Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat(Pesibar) dihadirkan dalam persidangan atas kasus perdagangan bibit lobster tanpa izin di Pengadilan Negri (PN) Tanjung Karang, Kamis (27/6).

Dalam persidangan saksi ahli Muji Dwi Saptono memberikan keterangan bahwa, kegiatan tedakwa sudah bertentangan dengan ketentuan Undang Undang Republik Indonesia.  Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2016, penangkapan dan Pengeluaran Lobster hanya dapat dilakukan dengan ketentuan, tidak dalam kondisi bertelur, dan ukuran panjang karapas diatas 8 ( delapan ) cm ( centi meter ) atau berat diatas 200 ( dua ratus ) gram per / ekor.

Sementara benih lobster yang di lakukan penyitaan oleh pihak Tipiter Ditreskrimsus Polda Lampung dari terdakwa adalah jenis Mutiara yang berukuran rata- rata panjang karapas 0,9 ( nol koma sembilan ) cm," ujarnya.

Sementara itu, dalam persidangan Hakim Yus Enidar sempat menasehati para terdakwa, bahwa perbuatan para terdakwa adalah hal yang tidak dibenarkan pasalnya dengan menjual benih lobster ke luar negri membuat laut Indonesia miskin serta terjadinya kepunahan terhadap lobster yang ada di Indonesia. Indonesia ini begitu kaya tapi dirusak oleh segelintir orang, laut Indonesia ini bisa menghidupi seluruh masyarakatnya tapi kekayaan laut yang ada dinegara ini dijual keluar negeri dengan Haraga yang murah. Jika masih kecil lobster itu  jangan kita ambil untuk dijual kalu di jual terus bukan tidak mungkin ini hanya menjadi kenang untuk anak cucu kita nantinya kelak.

"Sampai diluar negeri sana ini (lobster) dikelola sama mereka, yang kaya siapa mereka yang mengolah, sementara ditempat kita semakin habis lama-lama musnah, yang miskin siapa masyarakat kita ini," tuturnya.
(nti/her)