INVESTASI
Kepala OJK Indra Krisna. (her/pin)
13/2/2019 16:27:14
705

OJK Lampung Himbau Masyarakat dan Waspada Terkait Pinjaman Dana Online/Fintech

Harianlampung.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Indra Krisna menghimbau dan mewaspadai terkait menjamurnya pinjaman sisten online atau fintech yang menawarkan berbagai sistem pinjaman-pinjaman dana, khususnya yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Demikian dikatakan Kepala OJK Provinsi Lampung, Indra Krisna, pada Selasa(12/02) di acara ngopi dan ngobrol bareng bersama insan media di Lampung.

Menurutnya, saat ini ada terdapat sebanyak 88 perusahan fintech yang telah terdaftar di bawah pengawasan OJK,  namun baru satu yang memiliki perizinan karena telah memenuhi aturan dan regulasi dari OJK.

Menurut Indra Krisna, selain dari ke 88 perusahaan tersebut, masih banyak perusahan yang belum terdaftar, karena dengan teknologi, OJK tidak bisa membatasi ruang dan waktu, bahkan ada perusahaan yang berkantor pusat diluar Indonesia. Ini jelas perusahaan kategori fintech, tegasnya.

Maka, kata Indra Krisna, masyarakat wajib waspada jika akan berinteraksi dan bertransaksi dengan perusahaan fintech, masyarakat bisa mendapatkan informasi melalui OJK di kontak 127 jika ingin lebih mengetahui perusahaan yang bersangkutan apakah telah terdaftar atau tidak, dan jika telah terdaftar masyarakat juga harus benar-benar memahami perjanjian yang ditawarkan oleh perusahaan fintech, karena bersifat mengikat agar paham tentang konsekuensinya.

Indra Krisna mengatakan bahwa, dari 88 perusahaan yang telah terdaftar itu baru satu yang berizin artinya baru satu yang memenuhi regulasi, kami menghimbau masyarakat agar hati-hati terhadap tawaran-tawaran apapun produk tersebut, dan agar lebih hati-hati tanya langsung ke OJK perusahaan itu berizin atau tidak, dan yang kedua kita hati-hati terhadap perjanjian agar paham aturan mainnya,  ujar Indra Krisna.

OJK sendiri terus menghimbau agar perusahaan-perusahan itu mendaftar ke OJK karena permasalahannya perusahaan tersebut, hadir sebelum OJK berdiri, dan pada saatnya nanti akan ada aturan market conduct, agar bisa memberikan punhisment kepada perusahaan yang tidak ingin mendaftar ke OJK, pungkasnya.
(her)