KAWASAN
Mustafa. (pin/ist)
12/4/2017 22:42:03
341

Saung Ronda, Ruang Pamer Produk Unggulan Lamteng

Harianlampung.com - Bupati Lampung Tengah Mustafa meresmikan Saung Ronda di Kelurahan Yukumjaya Kecamatan Terbanggibesar, Rabu (12/4). Saung yang terletak di jalur lintas Sumatera itu, sekaligus sebagai ruang pamer produk unggulan daerah.

Menurut Mustafa, saat ini ada 25 produk unggulan asal Lampung Tengah yang diperkenalkan dan dipamerkan di saung tersebut.

Saung Ronda merupakan hasil perjalanannya ronda selama ini. Potensi masyarakat tergali, aspirasi dan keluhan warga terserap. Dari ronda, Mustafa mengetahui banyak potensi usaha kecil menengah (UKM) yang perlu dikembangkan secara luas.

"Lampung Tengah ternyata memiliki banyak produk unggulan. Dan salah satu permasalahan mereka adalah pemasaran. Karenanya kita membuat rancangan atau formulasi bagaimana masalah tersebut terselesaikan. Dibuatlah Saung Ronda ini," ujarnya.



Selain berasal dari perjalanan ronda, Mustafa menjelaskan, dinamakan Saung Ronda karena ronda adalah identitas yang melekat dari Lampung Tengah. Gaungnya, kata dia, harus dikenalkan secara luas bahkan nasional.

Berdirinya Saung Ronda melibatkan empat satuan kerja sebagai leading sektor, yakni Perhiptani, Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan. Seluruh produk merupakan produk asli Lampug Tengah yang diinovasikan dengan teknologi modern.

"Ada banyak sekali yang telah diproduksi, ada kopi ronda, roti singkong, beras tiwul, pizza singkong, beras sehatku, beras singkong, dan jajanan-jajanan ringan yang merupakan produk masyarakat dan UKM Lampung Tengah. Launching ini adalah simpul yang targetnya bisa dikembangkan di seluruh kampung untuk menunjang wisata ronda di Lampung Tengah," papar bupati ronda ini.

Menggandeng PT Great Giant Pineapple Co (GPPC) atau Umas Jaya untuk pengemasan. Seluruh produk di Saung Ronda ini telah dibuat menarik dan memenuhi standar. Tak hanya dipasarkan melalui Saung Ronda, produk-produk tersebut juga akan dipasarkan melalui perusahaan ritel besar di Indonesia yakni Indomaret dan Alfamart.



Dengan pemasaran yang luas diharapkan akan semakin meningkatkan produktivitas dan industri-induatri kecil di Lampung Tengah dapat tumbuh dengan baik. "Dalam jangan panjang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang luas dan kesejahteraan masyarakat kita meningkat. Secara ekonomi kita bisa lebih mandiri," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah Zulfikar Irwan menerangkan produk saung ronda melibatkan sejumlah kelompok wanita tani (KWT) di Lampung Tengah. Produk-produk yang dihasilkan merupakan olahan hasil bumi dari masyarakat. Mereka, kata dia, nantinya juga akan diberikan pelatihan bagaimana membuat produk menarik yang memiliki nilai jual tinggi.

"Sengaja dibuka di jalur lintas Tengah, kami ingin Bandarjaya tidak hanya menjadi tempat perlintasan tetapi juga persinggahan. Mereka ingin mampir dan ada sesuatu yang mereka bawa atau beli. Dalam jangka panjang, mudah-mudahan Saung Ronda ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," jelas Irwan.

Willy Soegiono, Government Relation PT GGPC yang hadir pada acara itu, mengatakan keterlibatannya dalam pendirian Saung Ronda merupakan bentuk kepedualian perusahaan terhadap perkembangan industri mikro di Lampung Tengah.

"Kami akan membantu dalam pengemasan. Produk-produk yang ada nanti kami bantu agar menjadi lebih menarik. Mereka juga akan kami latih bagaimana membuat kemasan yang bisa memenuhi standar pasar, kebetulan pasar kami hingga internasional. Kolaborasi ini mudah-mudahan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Lampung Tengah," katanya.
(adv)