POLITIK
Jajaran Karantina Bandar Lampung.(Ist/pin)
17/8/2019 09:56:09
569

Tak Miliki Dokumen,1.065 Unggas Liar Dilepasliarkan

Harianlampung.com - Sebanyak 1.065 satwa unggas liar yang tidak memiliki dokumen pendukung berhasil digagalkan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung bersama LSM Flighy Protecting Indonesia`s Birds di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Jumat 16 Agustus 2019 sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Lampung A.A Oka Mantara mengungkapkan semua pihak, yang ingin melalu lintaskan hewan atau tumbuhan dari satu daerah ke daerah lain harus memiliki dokumen yang diperlukan. Satwa unggas liar berhasil diamankan dalam dua mobil minibus no polisi BM 1785 QP dan BA 1472 LQ yang berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat hendak menyeberang ke Jakarta melalui Pelabuhan Bakauheni.

"Upaya penyitaan dan pelepasliaran burung ini merupakan komitmen kami dalam upaya perlindungan dan penyelamatan keanekaragaman hayati kita," ujarnya, Sabtu (17/8).

Adapun sebanyak 1.065 ekor burung liar yang telah berhasil diamankan itu diantarannya, burung tompel jantan 2 ekor, polos jantan 18 ekor, cucak jenghot 25 ekor, wayang 3 ekor, kinoi 252 ekor, mini jantan 25 ekor, bungo jantan 33 ekor, cililin 4 ekor, kapas air 50 ekor, mandarin 12 ekor, poksai 12 ekor, murai kopi 16 ekor, pleci 360 ekor. Dan di mobil kedua srindit 3 ekor, wayang jantan 3 ekor, kinoi 6 ekor, pelangi 17 ekor, rembo 8 ekor, jalak air 40 ekor, poksai 10 ekor, pleci 150 ekor, cililin 4 ekor, poksai aji 2 ekor, siri-siri 5 ekor, mandarin 1 ekor, dan polos jantan 3 ekor.

"Sebelum dilepaskan unggas-unggas ini dilakukan pengujian terlebih dahulu oleh Balai Karantina dan hasilnya bebas dari penyakit flu burung untuk dilepas liarkan  di Taman Hutan Raya ( Tahura ) Pesawaran Lampung oleh BKSDA, Karantina Lampung, pihak Tahura dan FLIGHT Protecting Indonesia`s Birds," jelasnya.

Semenetara itu Communication Director FLIGHT Protecting Indonesia`s Birds Namira Annisa mengatakan bahwa pelabuhan Bakaheuni menjadi jalur utama penyelundupan burung dari Sumatera ke Jawa. Jawa adalah pasar yang sangat besar bagi perdagangan burung yang terus meminta pasokan burung liar dari daerah lain, terutama Sumatera.

Dari data FLIGHT menyebutkan, dari tahun 2018 hingga Juli 2019, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan lebih dari 36,000 burung kicau dari Sumatera ke Jawa di Pelabuhan Bakaheuni dan Pelabuhan Merak.

"Dengan masifnya upaya penyelundupan burung yang berhasil digagalkan balai karantina lampung menunjukan bahwa burung liar asal Sumatera mendapatkan tekanan hebat untuk memasok pasar pasar burung di Jawa. Data FLIGHT juga menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu burung Sumatera diselundupkan ke Jawa setiap minggunya,"ungkapnya.
(her)